Gosip Licious – Dokter Detektif, yang dikenal dengan sebutan Doktif, kembali membuka peluang perdamaian dalam kasus hukum yang melibatkan Richard Lee, seorang selebgram yang sedang terjerat kasus pelanggaran perlindungan hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Namun, Doktif menegaskan bahwa perdamaian tidak akan terjadi begitu saja tanpa syarat yang jelas. Ia mengungkapkan bahwa syarat utama perdamaian adalah Richard Lee harus mengembalikan uang yang telah diterima dari masyarakat yang membeli produk skin care-nya. “Kembalikan ratusan miliar uang masyarakat yang sudah kamu ambil. Itu persyaratan damai,” ujar Doktif tegas di Polda Metro Jaya pada Senin (19/1/2026).
Penolakan Tawaran Uang Damai dari Richard Lee
Richard Lee sebelumnya menawarkan uang damai senilai Rp5 miliar kepada Doktif untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Menurut Doktif, uang sebesar itu tidak akan diterimanya karena laporan yang dilayangkan bukanlah masalah pribadi, melainkan untuk mencari keadilan bagi masyarakat. “Melawan Doktif kamu bukan siapa-siapa. Uang yang kamu tawarkan sebesar Rp5 miliar ke Doktif itu Doktif tidak akan terima,” tegasnya. Doktif juga menekankan bahwa ia tidak akan menerima tawaran uang damai yang hanya dilakukan secara diam-diam tanpa melibatkan kepentingan publik.
“Baca Juga : Han So-hee Hapus Tato Demi Karier Akting, Sebagai Langkah Profesionalisme”
Pentingnya Transparansi dalam Proses Hukum
Doktif menegaskan bahwa jika Richard Lee ingin berdamai, proses pertemuan tersebut harus dilakukan secara transparan di depan media. “Jangan pernah memberikan Doktif uang damai di balik sembunyi-sembunyi di belakang masyarakat,” tambah Doktif dengan nada serius. Ia berpendapat bahwa untuk menghindari persepsi buruk terhadap sistem hukum, semua proses pertemuan harus dilakukan secara terbuka agar publik dapat mengetahui dengan jelas apa yang terjadi. Baginya, perdamaian yang sah dan adil harus melibatkan keterbukaan dan pengembalian hak-hak masyarakat yang dirugikan.
Richard Lee Tak Hadir dalam Pemeriksaan
Sebelumnya, Richard Lee gagal hadir dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan alasan sakit. Hal ini menambah ketegangan dalam kasus yang sudah berlangsung lama ini. Doktif yang merasa kecewa dengan ketidakhadiran Richard Lee dalam pemeriksaan tersebut menyindir bahwa selebgram tersebut takut untuk menghadapi proses hukum. “Penakut!” sindir Doktif dengan nada kesal. Ketidakhadiran Richard Lee dalam pemeriksaan menjadi sorotan publik, mengingat kasus ini sudah menarik perhatian banyak orang.
Tanggapan Doktif Terhadap Pengakuan Richard Lee
Doktif juga menanggapi pengakuan Richard Lee yang mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara damai. Namun, Doktif menegaskan bahwa permintaan maaf dan niat baik saja tidak cukup untuk menutupi kerugian yang telah dialami oleh masyarakat. “Bukan masalah pribadi, ini masalah yang lebih besar,” kata Doktif. Ia bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan demi kepentingan orang banyak, tanpa terpengaruh oleh tawaran uang damai yang tidak jelas niatnya.
Mengungkap Ketidakadilan di Balik Kasus Ini
Doktif berkomitmen untuk tidak hanya berjuang demi dirinya, tetapi juga demi masyarakat yang telah dirugikan oleh tindakan Richard Lee. Ia percaya bahwa tindakan hukum yang diambilnya akan memberikan dampak positif bagi perlindungan konsumen dan keadilan sosial di Indonesia. Dalam beberapa kesempatan, Doktif menyampaikan bahwa ia tidak akan mundur sedikit pun dari tujuan utamanya, yaitu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang telah menjadi korban praktik tidak bertanggung jawab.
Doktif Meminta Kejelasan dari Richard Lee
Doktif berharap agar proses hukum ini berjalan dengan adil dan transparan, dengan melibatkan semua pihak yang terkait secara terbuka. Ia juga mengajak Richard Lee untuk berani menghadapi kenyataan dan tidak bersembunyi di balik tawaran uang damai yang tidak jelas. “Jika kamu ingin berdamai, lakukan itu dengan cara yang benar, di depan publik dan dengan pengembalian hak-hak masyarakat,” tegas Doktif. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Doktif tidak hanya berfokus pada penyelesaian pribadi, tetapi juga pada keadilan yang lebih luas.