Gosip Licious – Sidang perceraian antara Eza Gionino dan Meiza Aulia di Pengadilan Agama Cibinong berlangsung dengan suasana tegang sejak awal. Agenda yang seharusnya menghadirkan bukti serta saksi dari pihak tergugat justru berlangsung tanpa kehadiran kedua belah pihak. Mereka hanya mengirimkan kuasa hukum masing-masing untuk mewakili posisi dan penjelasan terkait rumah tangga yang retak tersebut. Ketidakhadiran itu sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan pengunjung dan wartawan yang memadati area pengadilan. Meski begitu, proses hukum tetap berjalan, menegaskan bahwa perceraian mereka kini memasuki babak yang semakin serius. Absennya Eza dan Meiza memperlihatkan jarak emosional yang semakin nyata, namun juga menunjukkan bahwa keduanya memilih menjaga privasi di tengah sorotan publik yang intens.
Kondisi Kesehatan Jadi Alasan Utama Eza Tidak Hadir
Sesaat setelah sidang usai, pengacara Eza Gionino, Raka Danira, menjelaskan alasan kliennya tidak hadir. Menurutnya, Eza mengalami gangguan lambung yang cukup parah hingga membuatnya harus mendapat penanganan medis. Sebuah unggahan yang sempat viral menampilkan Eza berada di fasilitas kesehatan, memancing kekhawatiran warganet. Raka membenarkan bahwa kondisi tersebut bukan drama atau pencitraan, melainkan reaksi tubuh karena sakit yang sudah lama dikeluhkan. Selain itu, Eza disebut tengah menjalani beberapa pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Kombinasi antara kondisi fisik yang kurang stabil dan komitmen profesional akhirnya membuatnya memilih untuk mempercayakan proses sidang kepada kuasa hukumnya.
“Baca Juga : Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Salurkan Rp15 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera”
Apakah Meiza Menghubungi Eza Saat Ia Sakit?
Di tengah isu kesehatan yang menimpa Eza, banyak pihak penasaran apakah Meiza Aulia menunjukkan kepedulian. Raka mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada komunikasi di antara keduanya. Ia hanya menambahkan bahwa kemungkinan besar Meiza tidak menghubungi Eza secara langsung. Ketidakpastian ini menambah gambaran bahwa hubungan mereka telah renggang jauh sebelum perpisahan resmi diumumkan. Dalam banyak kasus perceraian, kontak pribadi sering kali berkurang drastis, dan hal ini tampaknya juga terjadi pada pasangan ini. Meskipun begitu, publik tetap bertanya-tanya bagaimana dinamika emosional keduanya di tengah proses hukum yang berjalan cepat dan menyangkut banyak aspek sensitif dalam kehidupan keluarga mereka.
Tetap Kompak di Sekolah Anak Meski Sedang Bercerai
Meski hubungan mereka retak, Eza dan Meiza terbukti masih memiliki satu titik temu: anak-anak. Raka menjelaskan bahwa keduanya tetap menunjukkan kekompakan ketika menyangkut peran sebagai orang tua. Baru-baru ini, mereka hadir bersama dalam acara presentasi sekolah Khan dan Aksey. Momen itu menjadi bukti bahwa konflik rumah tangga tidak menghalangi mereka dalam memberikan dukungan emosional kepada anak-anak. Keputusan untuk tetap hadir bersama memberi kesan hangat, seolah mereka menegaskan bahwa perpisahan tak menghapus tanggung jawab dan kasih sayang sebagai ayah dan ibu. Sikap dewasa ini mendapat banyak apresiasi dari pihak sekolah dan orang-orang yang melihat langsung kehadiran mereka.
“Baca Juga : Na Daehoon Resmi Cerai dari Jule, Kini Pegang Hak Asuh Anak”
Anak Tinggal Bersama Meiza, Eza Tetap Jalin Komunikasi
Setelah berpisah tempat tinggal, Khan dan Aksey kini menetap bersama Meiza. Meski tidak tinggal serumah, Eza berusaha menjaga kedekatan emosional dengan anak-anaknya. Menurut Raka, setiap hari Eza menyempatkan waktu untuk menghubungi mereka melalui pesan atau video call. Rutinitas ini menjadi cara Eza menunjukkan bahwa cintanya kepada anak-anak tidak berubah, meski jarak dan situasi rumah tangga sudah berbeda. Anak-anak, yang masih berada dalam usia perkembangan penting, membutuhkan stabilitas emosional. Upaya Eza untuk tetap hadir, meski dari jauh, mencerminkan tekadnya mempertahankan hubungan hangat di tengah badai perceraian yang sedang berlangsung.
Proses Cerai Terus Berjalan di Tengah Sorotan Publik
Perceraian Eza dan Meiza menjadi sorotan karena menyangkut dua figur publik yang sebelumnya tampak harmonis. Dengan bukti tambahan dari pihak Meiza dan kondisi kesehatan Eza yang menurun, proses hukum diperkirakan akan terus bergerak dinamis. Agenda persidangan berikutnya akan menentukan arah penyelesaian hak asuh, komunikasi, dan perjanjian lain yang berkaitan dengan masa depan anak-anak. Meski jarak di antara mereka semakin lebar, publik berharap bahwa keduanya mampu menyelesaikan proses ini secara matang dan saling menghormati. Di tengah tekanan media dan beban emosional, langkah kecil menuju kedewasaan tampaknya masih bisa terlihat dalam cara mereka menjaga anak-anak tetap berada di pusat perhatian.