Gosip Licious – Setelah resmi berpisah dari Bugi Ramadhana, Andhara Early memasuki fase hidup yang sepenuhnya baru. Perceraian itu bukan hanya mengakhiri sebuah ikatan, tetapi juga memaksa dirinya berhenti sejenak dan menengok kembali siapa dirinya di luar peran sebagai istri. Selama bertahun-tahun, Andhara memilih menjauh dari sorotan dan fokus membangun rumah tangga. Namun, perubahan besar ini membuatnya kembali merenung, menimbang ulang arah hidup, serta membuka ruang dialog dengan dirinya sendiri. Dengan nada jujur dan reflektif, ia mengakui bahwa proses ini tidak mudah, tetapi justru menjadi titik penting untuk memahami kembali tujuan hidup yang sempat tertunda.
Kerinduan pada Slow Living yang Pernah Diimpikan
Memasuki usia 40 tahun, Andhara Early sempat membayangkan hidup yang jauh lebih sederhana. Ia membayangkan hari-hari tenang di rumah, mengurus anak, berkebun, dan menikmati ritme hidup yang pelan atau yang kerap disebut slow living. Gambaran itu terasa ideal dan menenangkan, seolah menjadi hadiah atas perjalanan hidup yang panjang. Namun, realitas berbicara berbeda. Perceraian membuat rencana itu harus disesuaikan ulang. Meski demikian, keinginan akan hidup yang lebih sadar dan tidak terburu-buru tetap melekat dalam dirinya. Andhara melihat slow living bukan lagi sekadar tinggal di rumah, melainkan cara memaknai hidup dengan lebih jujur, penuh kesadaran, dan selaras dengan kondisi batin yang sedang ia bangun kembali.
“Baca Juga : Datangi Polda Metro Jaya, Dokter Detektif Mendesak Penahanan Richard Lee”
Peluang Kembali ke Dunia Seni yang Masih Terbuka
Di tengah proses menata ulang hidup, Andhara Early tidak menutup pintu pada kemungkinan kembali ke dunia seni. Ia mengakui bahwa passion di dunia hiburan tidak pernah benar-benar padam. Meski begitu, ia memilih bersikap realistis dan menyerahkan segalanya pada waktu serta kesempatan. Bagi Andhara, kembalinya ke dunia seni bukan soal ambisi, melainkan tentang kesiapan batin dan rezeki yang mengalir dengan sendirinya. Ia menegaskan tidak akan memaksakan diri, tetapi juga tidak akan menolak jika peluang itu datang. Sikap ini mencerminkan kedewasaan baru, di mana karier dipandang sebagai bagian dari perjalanan hidup, bukan satu-satunya tujuan yang harus dikejar.
Proses Introspeksi dan Keyakinan pada Jalan Tuhan
Andhara Early memaknai perceraian sebagai bentuk tuntunan Tuhan untuk kembali melakukan riset diri dari awal. Ia melihat tahun-tahun terakhir sebagai masa pembelajaran yang intens, penuh ujian, sekaligus sarat makna. Dalam refleksinya, Andhara menyebut bahwa apa yang terjadi bukanlah kebetulan, melainkan proses penyempurnaan hidup. Ia berharap tahun-tahun mendatang menjadi fase yang lebih utuh, baik secara emosional maupun spiritual. Dengan nada rendah hati, ia mengakui bahwa tidak semua hal bisa direncanakan manusia. Keyakinan inilah yang membuatnya melangkah pelan, namun mantap, menerima setiap proses sebagai bagian dari pertumbuhan pribadi.
“Baca Juga: Merasa Dirugikan, Korban Dugaan Penipuan Suami Boiyen Tempuh Jalur Hukum”
Fokus Membesarkan Anak dengan Penuh Kasih
Di atas segalanya, Andhara Early menempatkan anak sebagai prioritas utama hidupnya. Ia bersyukur hak asuh anak diberikan kepadanya, sehingga dapat menjalani peran sebagai ibu secara penuh. Meski tidak lagi hidup serumah dengan suami, ia berkomitmen membesarkan anak dengan cinta dan stabilitas emosional. Andhara menegaskan bahwa urusan anak berada di atas kepentingan apa pun, termasuk karier dan urusan pribadi. Keputusan ini lahir dari kesadaran bahwa kehadiran orang tua yang utuh secara emosional jauh lebih penting dibandingkan kondisi keluarga yang terlihat sempurna dari luar.
Hubungan Baik dengan Mantan Suami Tetap Terjaga
Menariknya, Andhara Early memastikan bahwa hubungannya dengan mantan suami tetap berjalan baik. Ia dan Bugi Ramadhana masih menjalin komunikasi demi kepentingan anak-anak. Bahkan, mereka masih kerap menghabiskan waktu bersama sebagai orang tua. Andhara menjelaskan bahwa keterbukaannya kepada publik pada awal 2026 bertujuan untuk menghindari fitnah dan kesalahpahaman. Keputusan ini juga datang atas saran keluarga. Bagi Andhara, kedewasaan setelah perceraian tercermin dari kemampuan menjaga hubungan yang sehat, saling menghormati, dan tetap hadir bersama dalam tumbuh kembang anak-anak.